December 28th, 2008 - Artikel > Info Samudera

MENGENAL KEPITING BAKAU

Kepiting   bakau    (scyllasp)   merupakan   salah  satu  komoditas  perikanan  yang hidup  di   perairan  pantai  khususnya  di  hutan  hutan  bakau (mangrove) dengan sumber  daya hutan bakau yang  membentang luas di seluruh kawasan pantai nusantara  maka tidak heran jika Indonesia   dikenal sebagai pengekspor kepiting yang cukup besar dibandingkan dengan Negara Negara produsen kepiting  lainnya.

Ada 3 species kepiting bakau , yaitu :
•    Scylla serrata : memiliki warna relative sama dengan lumpur, yaitu coklat kehitam hitaman pada karapanya dan putih kekuningan pada abdomennya.
•    Scylla tranquebarica :  warna hijau tua  dengan  kombinasi kuning sampai orange pada karapasnya  dan putih kekuningan  pada abdomenya.
•    Scylla oceanica : lebih didominasi warna cokelat tua dan ukuran badannya jauh lebih besar.

Dari  ketiga species tersebut yang banyak dibudidayakan adalah Scylla serrata.
Hal tersebut disebabkan pertumbuhannya jauh lebih cepat, harga lebih tinggi dan daya  tahan lebih baik dibanding 2 jenis lainnya.

Salah satu cara membudidayakan kepiting bakau adalah dengan pembesaran dalam keramba yang terbuat dari kayu dan bambu, yang di letakkan dalam tambak, sehingga tidak mengganggu jenis ikan lain yang dibudidayakan di tambak tersebut.

Gambar disamping  adalah contoh keramba untuk pembesaran kepiting bakau di tambak.
Untuk pembesaran pada keramba tersebut cukup waktu 20 – 25 hari untuk dapat dipanen hasilnya, dengan catatan benih yang ditanam adalah yang berukuran 200 – 250 gram/ ekornya. Dengan ukuran tersebut selama 20 hari dapat dicapai 500 – 700 gram ( 2-3 ekor/ Kg).  wah cukup besar bukan ukuran kepiting tersebut ……. ( data diperoleh dari pembudidaya kepiting bakau di desa Kronjo, Kab. Tangerang)
Tapi ada catatan untuk memelihara kepiting bakau tersebut, yaitu diusahakan tidak terlambat dalam pemberian pakan, dan pada saat panen juga jangan salah hitung waktu, karena bila salah, maka jumlah kepiting yang akan dipanen akan jauh lebih sedikit dari jumlah benih yang ditanam.  Maksudnya jangan memanen kepiting tersebut pada saat moulting (ganti kulit) lewat, karena bila terlalu lama maka kepiting yang sedang moulting tersebut akan dimakan oleh kawannya yang kuat.